Laporan Mingguan Keempat Mahasiswa KKN di Desa Hambuku Lima Kecamatan Babirik
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini menjadi kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu, melatih kepedulian sosial, dan berinteraksi langsung dengan warga desa. Selama beberapa minggu pelaksanaan dan sekarang KKN ini sudah memasuki minggu ke 4 tim KKN kami berusaha menghadirkan kontribusi nyata, khususnya pada bidang keagamaan dan pendidikan.
Foto : Kegiatan Burdah
Burdah merupakan tradisi pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan secara rutin di desa. Selama KKN, kegiatan ini diisi dengan pembacaan maulid sehingga suasananya semakin khusyuk dan meriah. Kontribusi kami tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif dalam beberapa peran penting, seperti memukul rebana, membaca syair habsyi bersama warga untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah saw, membaca doa dan membersihkan tempat acara, baik sebelum maupun sesudah kegiatan, agar lingkungan tetap rapi dan nyaman. Kehadiran kami disambut hangat oleh masyarakat. Kegiatan burdah ini terasa semakin hidup karena kolaborasi antara mahasiswa dan warga.
Foto : Kegiatan Yasinan
Selain burdah, kegiatan yasinan menjadi agenda penting setiapnya di desa ini. Yasinan biasanya diadakan setelah zuhur dan dihadiri lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tim KKN kami tidak hanya mengikuti kegiatan di Desa Hambuku Lima, tetapi juga aktif menghadiri yasinan di desa-desa tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan ukhuwah islamiyah.
Peran kami dalam kegiatan yasinan meliputi memukul rebana untuk mengiringi pembacaan maulid, membaca syair habsyi dan doa penutup, membersihkan dan menata ruangan agar acara berjalan tertib. Dengan ikut serta hingga ke desa tetangga, hubungan kami dengan masyarakat semakin erat. Banyak warga yang menyampaikan apresiasi karena mahasiswa bukan hanya hadir, tetapi juga terlibat secara aktif. Ini menjadi pengalaman yang memperkaya pemahaman kami tentang pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai perekat sosial.
Foto : Kegiatan Majelis Ta’lim
Setiap hari Jumat pagi, Masjid Al-Ihsan Desa Hambuku Lima rutin mengadakan majelis ta’lim. Majelis ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama, mendengarkan tausiah, dan memperkuat silaturahmi. Selama KKN, kami secara konsisten menghadiri kegiatan ini, serta mendokumentasikan kegiatan. Melalui majelis ta’lim, kami belajar menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang sederhana. Selain itu, kami bisa merasakan semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama yang patut menjadi teladan bagi generasi muda.
Foto : Mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)
Di bidang pendidikan, kami berfokus pada pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Kegiatan ini dilaksanakan setiap jam 13.30 - 15.00. Anak-anak sangat antusias untuk belajar, baik yang baru mengenal huruf hijaiyah maupun yang sudah mulai lancar membaca Al-Qur’an.
Tugas utama kami adalah mengajarkan cara membaca Iqra, menyesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak dan memberikan motivasi agar anak-anak mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup. Meski awalnya kami menghadapi tantangan, seperti perbedaan kemampuan dan tingkat konsentrasi anak-anak, dengan kesabaran dan pendekatan yang kreatif, mereka menunjukkan perkembangan pesat. Beberapa anak yang semula belum mengenal huruf hijaiyah kini mulai lancar mengeja.
Foto : Mengajar di Sekolah Dasar (SD)
Kami mengajar di SD Negeri Hambuku Lima. Di Sekolah Dasar ini, kami mendapatkan kesempatan mengajar mata pelajaran agama selama 4 jam pelajaran dengan topik utama wudhu dan sholat. Kami menyampaikan materi melalui metode interaktif: demonstrasi gerakan wudhu, praktik sholat, dan tanya jawab seputar tata cara ibadah yang benar.
Selain kegiatan mengajar, kami ikut berkontribusi dalam persiapan dan penyambutan tim penilaian Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi. Tugas kami meliputi menata ruang kelas, menghias taman sekolah, serta memastikan kebersihan lingkungan sekolah tetap terjaga.
Keterlibatan ini memberi pengalaman berharga tentang bagaimana sekolah mempersiapkan diri menghadapi penilaian tingkat tinggi. Kami belajar pentingnya kerja sama antara guru, siswa, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan.
Foto : Mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Selain mengajar di SD, kami juga mengajar di MI Hayatul Islamiayah 2. Kegiatan di MI ini berlangsung rutin setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Kami dipercaya untuk memimpin pembacaan surat Yasin bersama siswa, sebuah tradisi yang menumbuhkan kedekatan spiritual sejak dini.
Selain itu, kami kerap menggantikan guru yang berhalangan hadir, mengajar beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika. Kegiatan ini menantang sekaligus menyenangkan karena kami harus menyesuaikan gaya mengajar dengan karakter setiap kelas. Siswa MI terkenal aktif dan antusias, sehingga interaksi berlangsung hangat dan penuh semangat.
Kami juga mengajar di TK Harapan Kita, fokus kami adalah pembelajaran dasar dengan pendekatan bermain. Kami membantu guru dalam kegiatan membaca dan menulis huruf, mewarnai untuk menstimulasi kreativitas, mernyanyi lagu edukasi yang mengajarkan nilai moral dan kebersihan da bersih-bersih bersama anak-anak, menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.
Mengajar anak-anak usia dini menuntut kesabaran dan kreativitas tinggi. Kami belajar bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik. Senyum polos mereka menjadi energi positif yang membuat setiap sesi terasa istimewa.
Foto : Pelatihan Habsyi
Habsyi, tradisi pembacaan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menjadi salah satu program unggulan kami. Pelatihan ini diberikan kepada anak-anak SD dan MI dengan jadwal berbeda. Anak-anak SD Negeri Hambuku Lima diberikan pelatihan setiap hari. Pelatihan ini dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut tim penilaian Lomba Sekolah Sehat.
Sedangkan, anak-anak MI Hayatul Islamiah 2 kami berikan pelatihan setiap hari Sabtu. Kami melatih teknik dasar pembacaan syair dan irama, sekaligus mengajarkan cara memukul rebana dengan kompak. Pelatihan ini tidak hanya melestarikan tradisi religius, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk tampil di depan umum.
Foto : Bimbingan Belajar
Setiap sore, kami membuka bimbingan belajar untuk seluruh anak-anak di desa dan desa tetangga. Program ini mencakup pendampingan PR, latihan membaca, dan diskusi ringan sesuai kebutuhan siswa. Minggu ini, bimbingan belajar dikemas dalam kegiatan “Pojok Baca” yang terbuka bagi siapa saja. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan peserta KKN dari posko lain.
Buku-buku yang kami gunakan untuk pojok baca ini adalah koleksi buku hasil kerja sama dengan Pustaka Aksuara, meliputi buku cerita bergambar dan literatur anak. Anak-anak bisa membaca bebas, sementara kami mendampingi mereka berdiskusi tentang isi bacaan. Pojok baca menjadi magnet bagi anak-anak karena menghadirkan suasana belajar yang santai namun penuh makna.
Foto : Senam Sehat Bersama
Kami memulai pekan ini dengan senam sehat bersama masyarakat. Senam yang dipilih adalah Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 2012, sebuah gerakan olahraga yang mudah diikuti oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia. Kegiatan senam berlangsung di depan posko KKN kami pada pagi hari. Kami membantu menyiapkan pengeras suara, memandu gerakan bersama instruktur lokal, dan memastikan seluruh peserta mendapatkan ruang yang aman dan nyaman.
Senam bersama tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Banyak peserta yang mengaku senang karena kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi rutin.
Foto : Posyandu - Balita, Ibu Hamil, Lansia, dan Remaja
Pada hari Selasa, kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu yang dikhususkan bagi balita, ibu hamil, dan lansia. Kami membantu kader posyandu dalam penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan dan pemeriksaan tekanan darah bagi ibu hamil dan lansia. Pengalaman ini memperkaya wawasan kami tentang pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.
Pada hari Kamis, kegiatan posyandu berlanjut dengan posyandu remaja, yang ditujukan bagi anak-anak usia 10–19 tahun. Fokus pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, serta tekanan darah sebagai upaya deteksi dini masalah gizi dan kesehatan remaja. Setelah pemeriksaan, kader posyandu memberikan penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Penyuluhan ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan mencegah penyebaran penyakit.
Selain kegiatan kesehatan, kami juga berkontribusi dalam bidang keagamaan dan literasi informasi dengan membuat lembar informasi tentang tata cara dan bacaan shalat serta wudhu. Lembar informasi ini dirancang dengan tampilan menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan, khususnya anak-anak dan remaja. Proses pembuatan melibatkan riset sumber terpercaya, desain grafis, dan pencetakan agar hasilnya rapi dan informatif.
Kami juga aktif dalam berbagai kegiatan balai desa, mulai dari membantu administrasi hingga ikut serta dalam rapat koordinasi program desa. Kami terlibat dalam pendataan warga untuk keperluan administrasi dan layanan publik. Melalui kegiatan ini, kami memahami lebih dalam cara kerja pemerintahan desa dan pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat.
Foto : Publikasi Kegiatan KKN
Agar seluruh program kami dapat diketahui secara luas, kami membuat publikasi kegiatan KKN melalui media sosial dan papan informasi desa. Tim publikasi mendokumentasikan setiap acara mulai dari kegiatan keagamaan, senam, posyandu, hingga kegiatan keagamaa dalam bentuk foto, video, dan tulisan singkat. Publikasi ini bukan hanya arsip, tetapi juga cara untuk menginspirasi masyarakat lain agar menjalankan kegiatan serupa.
Minggu ini mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga kreativitas dan empati.
Kami juga melihat betapa pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, perangkat desa, dan masyarakat. Tanpa kerja sama, setiap program tidak akan berjalan optimal.
Pelaksanaan KKN ini menjadi kenangan tak terlupakan. Dari burdah dan maulid, yasinan desa dan desa tetangga, majelis ta’lim Jumat, hingga mengajar di TPA, kami berusaha meninggalkan jejak kontribusi yang bermanfaat.
Kami berharap kegiatan yang telah kami lakukan dapat menjadi amal jariyah, sekaligus menginspirasi generasi berikutnya untuk terus menjaga tradisi keagamaan dan menanamkan nilai pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Semoga kehadiran kami memberikan warna positif dan dapat mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Hambuku Lima dan sekitarnya atas sambutan hangat, kerja sama, dan kebersamaan yang luar biasa.
Komentar
Posting Komentar